PEMBINAAN MEMBANGUN KARAKTER MELALUI ESQ (EMOTIONAL AND SPIRITUAL QUOTIENT ) MENUJU PRIBADI INSAN KAMIL
PEMBINAAN MEMBANGUN KARAKTER MELALUI ESQ (EMOTIONAL AND SPIRITUAL QUOTIENT ) MENUJU PRIBADI INSAN KAMIL
Pada hari Kamis Tanggal 26 September 2019 telah diadakan sebuah acara yang langka dan luar biasa yaitu Pembinaan "Membangun Karakter melalui ESQ". Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Majalengka ini diikuti oleh seluruh Pegawai Pengadilan Agama Majalengka, para Cakim , Adek - adek yang PKL baik dari IAIN Syekh Nurjati dan SMKN Panyingkiran dan Kadipaten. Acara yang berlangsung ba'da Sholat Asar ini berlangsung dalam suasana yang religius, lebih - lebih seluruh peserta pembinaan duduk lesehan diatas karpet semua sama kedudukannya, tidak ada istilah pejabat dan staf, atasan dan bawahan. Yang bertindak sebagai motovator adalah Bapak Ketua Pengadilan Agama Majalengka Dr. Mohamad Jumhari, S.H, M.H. Beliau yang pernah mendapatkan pelatihan ESQ langsung dari sang maestro ESQ Ari Ginanjar ini mampu membuat seluruh peserta terkesima dan berkaca - kaca karena penghayatannya bahkan beberapa peserta meneteskan air matanya.
ESQ sejatinya adalah menggabungkan antara Emotional Quotient ( Kecerdasan Emosional) dan Spiritual Quotient ( Kecerdasan Spiritual ) pada diri seseorang selain Intelectual Quotient ( Kecerdasan Intelektual ) yang selama ini kita kenal.
Substansi dari kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan dan memahami untuk kemudian disikapi secara manusiawi. Orang yang EQ nya baik dapat memahami perasaan orang lain, dapat membaca yang tersurat atau tersirat dapat menangkap bahasa verbal dan non verbal semua pemahaman tersebut akan menuntun manusia agar bersikap sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan lingkungannya.
Kecerdasan emosional mengajarkan tentang integritas kejujuran komitmen, visi, kreativitas, ketahan mental, kebijaksanaan dan penguasaan diri, oleh karena itu EQ mengajarkan bagaimana manusia bisa bersikap pada dirinya ( intra personal ) percayadiri ( self awareness ) motivasi diri ( self motivation ) mengatur diri ( self regulation ) dan berhubungan dengan orang lain ( inter personal ) seperti empati kemampuan memahami orang lain dari social skill yang memungkin setiap orang dapat mengelola konflik dengan orang lain secara baik.
EQ mutlak diperlukan seseorang agar mampu memahami dirinya, orang lain serta lingkunganya yaitu pribadi-pribadi yang mampu melakukan hubungan dengan manusia lain dengan baik. Kehadiran EQ pada manusia itu tidak cukup melainkan harus diimbangi dengan SQ. Sedangkan Spiritual Quotient (Kecerdasan spiritual) merupakan kemampuan untuk member makna ibadah pada setiap prilaku kegiatan melalui langka-langkah dan pemkiran yang bersifat fitrah menuju manusia seutuhnya( hanif )
Acara semakin semarak ketika motivator memberikan hadiah bagi siapa saja yang dapat menjawab beberapa pertanyaan. Akhirnya tepat ketika terdengar adzan Maghrib acara yang jarang - jarang dan langka ini pun berakhir. Semoga akan membawa arah dan perubahan yang lebih baik untuk semuanya...........Aamiin

